Minggu, 30 Agustus 2015 |

Sang Adik yang dirindukan langit

Apakah kau punya seorang adik ? 
Bagaimana kau memaknai arti sang adik dalam sebuah defenisi?


Bagiku, Adik itu ibarat sebuah paragraf yang disatukan oleh rentetan kata dan kalimat. Ada saatnya untaian itu harus menciptakan jarak atau spasi agar bisa tertata dan bisa menghasilkan rindu pada paragraf  yang baru.

“Mbak bangun, tahajud!.” Perintah sang adik ketika sang dengkur melenakan bersama dinginnya angin malam.

“Mbak, besok kita puasa syawal bareng terus kita lanjut mengganti hutang puasa , jadi kita puasanya 13 hari berturut-turut”.  Ajakan sang Adik ketika  tenggelam lupa bahwa syawal sebentar lagi berlalu sementara  sang kakak belum mengsunnahkan diri untuk menyegerakan.

“Ih Mbak Muty, jahat . Mbuh ah” .  Suara manja sang adik ketika sang kakak menggodanya bersama seseorang yang hadir dalam rahasianya kita berdua.

“Mbak, sebenarnya dari dulu aku merindukan hadirnya seorang kakak perempuan, dan alhamdulillah sekarang udah Allah kabulkan”. Rayuan polos sang adik yang sempat melayangkan kepalaku pada sebuah rasa yang tak terdefenisi, karena sesungguhnya aku pun merindukan kehadiran adik perempuan.

“Aduh mbak plis tolong jangan makan itu. Plis.dengerin akuuu.! Mbak muty sering aja gitu ih, aku nggak suka.”. Masih terbayang wajah  pedulimu pada malam itu, menjelma seperti seorang ibu yang marah pada anaknya ketika jajan sembarangan. 
Iya aku masih merekam wajah cemasmu yg tulus dik, ketika kk mencampur dua jenis makanan yang kau haramkan untuk kebaikan kesehatanku. Aku bahkan speechless melihat keseriusanmu mengatur makananku.

Gimana rasanya ketika hadir seorang adik yang dirindukan senja dan langit seperti itu?

Memiliki seorang adik itu  seperti mengoleksi dongeng yang hadirnya tidak hanya bisa menghibur tapi juga bisa menitip ilmu lewat sebuah cerita. 
Ia tidak hanya mengajak berimajinasi tapi juga melatih kita bernyanyi lagu kehidupan menjadi sebuah irama yang pantas untuk dipelajari dan diabadikan.

Rasanya tak bisa ku melewatkan waktu tanpa mengabadikan sebuah nama dalam cerita   yang ingin kujadikan sejarah bahwa aku pernah mengenal sesosok adik sekaligus sahabat yang memiliki warna berbeda dari yang lain.

Seragam kita memang jauh berbeda tetapi terkadang pemikirannya melampui sentuhanku. Awal pertemuan yang sungguh membekaskan kesan bahwa kau bukan orang biasa, walaupun diluar sana banyak yang mengasingkanmu tapi aku tau hatimu tak pernah asing dengan namanya ketulusan.


Terimakasih Dik, kau mau mengabdikan diri menjadi diary singkat keseharianku saat aku berkelahi dengan sebuah kerinduan yang nyaris melelehkan rasa dalam air kesedihan.

Terimakasih juga kau mencipta aksara yang merangkai ilmu yang tak pernah kupelajari dalam sekolah sarjana. Aku hampir tak percaya dalamnya hatimu menyilaukan kebodohanku bahwa kecantikan yang sesungguhnya adalah kecantikan inner beauty. Ia, itu hanya ku temukan pada dirimu dik.

Satu hal yang paling berkesan ketika aku bersamamu. Ketika sebuah makanan hampir memasuki mulutmu tapi ketika kau melihat kehadiranku, kau mengurungkannya dan segera menyuapinya kepadaku, padahal itu adalah satu-satunya makanan yang kau punya. Masih ingat kan? saat adik memberikan kk buah matoa saat kita lagi murojaah hafalan dibawah pohon Asrama Pondok?


Aah kk jadi merindu ketika detik-detik perpisahan kau membisikku sebuah lagu persahabatan tentang sebiru hari ini. Tau kah kau kakak berpura-pura tak peduli saat itu karena  emang tak ingin menangis dihadapanmu. 

Cukup air mata kita melarut bersama dalam sebuah gelas yang memiliki selaksa peristiwa, kakak tak ingin menumpahkannya dengan air kesedihan ketika ditinggal pergi oleh orang sepertimu.
Walaupun sekarang kita dipisahkan oleh jarak semoga kita masih bisa saling mendekatkan hati dalam doa. 


Uhibbukifillah..

 Kk sayang adik karena Allah


17 senja:

Mugniar Marakarma mengatakan...

Mudah2an bertemu lagi dengan si Adik :)

Muthy asalnya dari Gorontalo, ya? Sama dengan omanya Afyad (mamaku). Omanya Afyad orang Gorontalo juga :)

Senang ketemu blogger Gorontalo soalnya jarang blogger Gorontalo sekarang :)

Arifah Abdul Majid mengatakan...

Mbak namanya bagus, Muthmainnah. Jadi inget Teh Ninih :)

izzawa mengatakan...

Sabar ya muthy..meskipun berjauhan tapi ttp dekat di hati donk ya..senangnya ya bisa punya teman tp udh kyk sodara..mba juga punya teman yang udh kayak adek sendiri dan kami juga udh beerpisah..hiks sedih memang ya..cuma yaa bagaimana.. tidak pun didunia...semoga saja diakhirat bisa berkumpul lagi :-) semangat muthy

izzawa mengatakan...

Sabar ya muthy..meskipun berjauhan tapi ttp dekat di hati donk ya..senangnya ya bisa punya teman tp udh kyk sodara..mba juga punya teman yang udh kayak adek sendiri dan kami juga udh beerpisah..hiks sedih memang ya..cuma yaa bagaimana.. tidak pun didunia...semoga saja diakhirat bisa berkumpul lagi :-) semangat muthy

Nol kecil mengatakan...

Allahuma aamiin....
Hehe iyaa mbak muty dari Gorontalo, wah jadi dd afyad memiliki darah gorontalo... kirain pure makassar hehe

Iyaah mbak salam jabat hati dari muty.. smga suatu saat bisa ketemu dd afyad di Gorontalo ^_^

Nol kecil mengatakan...

Hihii makasih bunda...
Smga bisa jd doa biar akhlaknya juga senada dgn nama..
makasihhb bundaa

Nol kecil mengatakan...

Hihi iyaa mbak izzawaku....
Semoga saja sang adik membaca tulisan ini...

Ditinggalkan oleh orang yg dirindukan kehadirannya itu terasa sekali saat ditinggalkan...

Makasih mbak sayang atas semangat dn doanyaa.
Smga mbk juga bisa dipertemukan dgn sahabat fillahnya

😊

Liswanti Pertiwi mengatakan...

Seneng deh kalau punya ade cewe, kalau aku cowo semua hehe

Ayu Citraningtias mengatakan...

saya juga berjauhan dengan adik, mbak. saya di sampit ikut suami sedang adik di tulungagung kuliah.. semoga keluarga kita selalu dilindungi Allah ya mbaa

Titis Ayuningsih mengatakan...

rindu ya mbak sama Adiknya? saya adanya kakak cowok mbak dua-duanya.

salam kenal :)

Mugniar Marakarma mengatakan...

Aamiin.
Ternyata yang pakai nama Nol Kecil itu Muthy ya. Pemilihan nama yang artinya dalam sekali. :)

Nol kecil mengatakan...

Hehehe dua-duanya senang mbak.... saling mengisi... tinggal bgaimana seorang kk menjadikan mereka spesial dihati kitaa...
Hehehe

Nol kecil mengatakan...

Allahuma aamiiin.....
Iyaah mbak semoga oneday bisa berkumpul dalam satu keberkahan yaa mbak
Makasih mbak Ayu...

Nol kecil mengatakan...

Hihii... iyaah mbak. Rindu sangat..
Wah alhamdulillah punya kakak yaaa... ada yg melindungi dan mengayomi ketika keliru...
Saya juga pengen punya kakak... tp imposible :-D
Makasiih mbak sayang salam kenal juga ya

Nol kecil mengatakan...

Hihii iyaaa bunda....
Makasih yaa udah mampir di galeri aksara ty yg masih sederhana
Allahuma aamiiiin

Idrus Dama mengatakan...

Hoho.... jadi sedih bacanya....
Saya tak bisa bayangkan adik pemilik cerita membacanya... nangisnya bisa seharian....

Nol kecil mengatakan...

Huaa ada bang igo....
Hueee banjir doong...😆