Jumat, 25 September 2015 |

Kebodohanku pada akal

sumber gambar : anonim
Seperti biasanya ..
Aku lalai lagi pada bumi sejak terbitnya fajar hingga terciptannya pesona senja. Padahal aku telah meyakini bahwa aku hanya bisa bertahan disingkatnya masa antara ba'da ashar dan magrib.

Langit pada hari itu tertunduk mendung saat menampung tangisan awan yg mencurah sekawanan air pada hamparan bumi.

Tiba tiba suara gemuruh datang memecahkan selisih tentang berita besar yg terabadikan dalam kitab.

Ada yg meyakini...
Ada yg mengingkari..

Aku  terpanggil untuk menyusup pada dua kelompok itu. Kudekati tangan tangan mereka yg membawa keranjang akal dan nafsu, ku sentuh dengan ketidaktahuanku atas apa yg terjadi.

 "Kejadian besar apa yang kalian perselisihkan? "Tak ada yg menjawab tanyaku... Salah seorang dari mereka  menertawakanku  kedunguanku.

Hingga pada suatu siang sang akal datang menjemput diterminal tanya, merobek kebodohan yang kupelihara dengan kehalusannya.

Wahai jiwa yg gelisah.. tenanglah seperti namamu, Muthmainnah. Tahukah kau Orang yg berakal hanyalah merindui tiga perkara ?

1. Menyediakan bekal untuk hari kemudian
2.Mencari kelezatan buat jiwa
3.Menyelidiki arti hidup

"Jikalah ada engkau berakal maka utamalah engkau, Jika ada engkau bersopan maka budimanlah engkau, Jika ada engkau berharta maka bergengsilah engkau, dan jika engkau taqwa maka beragamalah engkau"

Aku terdiam lama memahami bahasa falsafah yg ia utarakan. Air mata membasahi pakaian gelap yg sejak dulu menjadi gaungku.
Capek menangisi kebodohan hingga aku tertidur pada istrahat yang panjang. Terlena dan terbuai bersama bunga tidur hingga lupa bagaimana cara untuk bangun.

Beruntunglah matahari tercipta tidak pernah lalai pada titah TuhanNya, Ia pun membangunkanku dengan seberkas cahaya bersama 7 langit yg kokoh untuk membuka rahasia Ma'rifatullah lewat ilmu yg sementara ku jelajahi.

Aku pun terbangun  tanpa bahasa, hanya balasan atas dua jalan yang ku baca.
Juga hidangan langit atas Janji kemenangan dan izin bertemu Tuhan yg memelihara langit dan bumi.

"Tak ada yg mampu berbicara denganNya kecuali siapa yg telah diberi izin." Begitu kata Akal ketika menegurku saat melihat penyakit akut yang telah  merusak segumpal darahku.

.

Solo, 26 September 2015.
Muthmainnah Nasaru, ketika memaknai falsafah yg disediakan tuhan untuk direnungkan dalam rangka taat kepadaNya
Semoga sebongkah amal ini bisa menjelma investasi cahaya untuk menyatukan cahaya diatas segala cahaya, wahai zat yang memiliki maha diatas segala maha.
Aku masih butiran debu..

26 senja:

khulatul mubarokah mengatakan...

Membacanya berasa bertemu dengan teman saya yang penyair. Adeem. Bahasanya asyik yihui. Sukse, ya, Mbak ...

Nol kecil mengatakan...

hihi Terimakasih mbak sayang....

Liya Aliycia mengatakan...

sukses ya mbak

Irly - mengatakan...

Waduh..diksinya ya.. dalem banget jadinya... :D

arum kusuma mengatakan...

setelah membaca tulisan ini, Rasanya jiwaku terkoyak karena telah memendam kebodohan terlalu lama..

Terbuai dalam jiwa yang malas.. menyedihkan..
Haduh, kurang bisa menulis yang beginian :-)

Ayuri Wirawan mengatakan...

mbk puitis juga yah hehe

nur shodiq mengatakan...

Merinding kalo ada kata rahasia ma'rifatullah.
Lagi mendalami ilmu tasawuf ya.... Eh.....

abdullah qulaimy mengatakan...

Mantap sahabat

Nol kecil mengatakan...

Aamiin..m mksiih mbk liya

Nol kecil mengatakan...

Hehee mbk irly...

Nol kecil mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Nol kecil mengatakan...

Hho ngk sepuitis mbak Ayuri

Nol kecil mengatakan...

Kita sama sama belajar yaa dek Arum...

(Peluk santun....)

Nol kecil mengatakan...

Merinding kedinginan yaa mas hhehe..
Apaan sih.. itu mah bahasa arab artinya pendekatan pd Allah...
Lg bljr alquran .. ngk bljar tasawuf.. yeee ...

Nol kecil mengatakan...

Aah kamu... selalu saja begituu
Ku tunggu tulisanmu.. sahabat

Oka Nurlaila mengatakan...

Makin suka deh dengan tulisannya.. =)

Anjar Sundari mengatakan...

Awalnya galau banget membaca tulisan ini karna nggak juga ngerti
Mungkinkah maksudnya : hidup di bumi sebagai bekal hidup di langit..?
Maaf kalau salah ya mbak, ternyata ada asyiknya juga membaca tulisan ini ada semangat belajar mengerti bahasa2 indah... :)

Izzawa mengatakan...

Dalam sekali makna tulisan muti...muti berbakat nih bikin tulisan yang indah :-)

Ayu Citraningtias mengatakan...

duh,, syairnya syahdu sekali mba

Nol kecil mengatakan...

Hehehe mbaak anjar maaf jadi ketularan galau karena baca tulisann sayaa 😃
Penulisnya jg emang lg galau krn terlalu lalai pada titah TuhanNya...

Makasiih mbak sayang udah mampir...😊😊😊

Nol kecil mengatakan...

Eh ada kakak Izzawa....
Jadi malu dibaca sm kk...
Banyak belajar dr tulisan kk^_^

Makasih kk sayang udah mampir

Nol kecil mengatakan...

Makasih dek Oka sholehah....
Suka juga dengan tulisan oka yg banyak muatan semangaat mimpi dan pencapaian....
Makasih yaa sayang udah mampir

Nol kecil mengatakan...

Hehe makasih mbak Ayu sayang...^_^

dara agusti Maulidya mengatakan...

Wah, mbak... Dalem nih diksinya :)

Sri Apriyanti Husain mengatakan...

Masya Allah.. Luar Biasa.. Keren ^_^

arum kusuma mengatakan...

:))