Sabtu, 09 Januari 2016 |

Ada cerita dibalik "Tas"



Bismillah..
Dulu saya sering menterjemahkan sesuatu yang terjadi dalam kehidupan saya hanyalah sebuah kebetulan. Padahal sejatinya di fregmen yang lain itu adalah PR langit yang harus digarap.

Akal yang dikarunia olehNya harusnya merangsang kepekaan saya untuk menangkap rahasia yang sengaja Allah tampakan lewat  sebuah bacaan.

Sekarang saya tak percaya lagi dengan sebuah kebetulan, karena dibalik itu pasti ada kekuatan yang tak sanggup dilampui oleh akal untuk dijabarkan. 

Seperti yang terjadi pada saya beberapa tahun yang lalu. 

***
Sebelumnya saya berlindung semoga goresan ini tidak menjebak saya kepada sifat pamer atau Ria irawan. 

Perputaran hari yang telah memberi pelajaran kepada saya, maka saya abadikan catatan ini untuk menjadi pengingat diri dan bekal bagi anak cucu saya nanti bahwa ternyata kehidupan saya saat ini, tidak berdiri sendiri.

***

Saat itu kami mengadakan rapat pekanan sekolah menulis. 
Dengan perasaan malu wajah ini terbenam layu karena datang terlambat.

Forum tertuju kepada saya yang sempat menggangu jalannya acara.
Bahkan ada yang teralihkan mata hatinya  pada Tas  Sophie Martin yang saya pakai 

“Tas mu cantik sekali, aku suka motif dan warnanya, sangat elegan”. Bisik seseorang disamping saya.

“Hehe.. terimakasih”. Saya menjawab seperlunya dengan sepaket senyum.

Hingga rapat selesai wanita itu masih saja memuji tas  saya.
Tas istimewa yang dihadiahkan mama saat usia saya  ke 22. 

Saking demennya  Ia membujuk setengah bermohon agar saya mau menjualkan kepadanya. Hati ini membatin tak ingin dia memiliki.

Dengan kalem saya menolak tawaran itu.

***

Namun ternyata perasaan tenang menjelma sebuah kegelisahan. 
Bagian otak saya bak lampu yang padam.
Ada sudut hati yang mengajak berfikir dengan sentuhan iman yang saya yakini selama ini. 

Rasa bingung mendera hati ketika waktu sholat tiba.
Semua teman-teman udah pulang kerumahnya masing-masing. 
Hanya saya dan wanita itu yang masih merangkak memeluk bumi. 

Selesai sholat, seakan ada petunjuk kuat dari Allah SWT, sebuah ayat terlintas di kepala.
“ Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan (yang sempurna) sebelum menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran : 92).

Hati ini tiba-tiba tergerak untuk mencari tas kresek hitam  dan menuangkan semua barang-barang saya kedalamnya.

Sempat hadir kerikil penyesalan menciutkan niat.
Batin saling mendebat untuk mencari alasan. 
Namun saya memaksakan kebakhilan saya agar tunduk atas Janji-Nya.

***

Akhirnya wanita itu bahagia  memeluk saya dengan ucapan terimakasih. 
Terasa ada energi besar yang menyebar ke seluruh arah. Perasaan bahagia lahir bersama datangnya rahmat Allah.

Saya pun pulang dengan tas kresek hitam tanpa mengambil uang yang ia sodorkan, dan tanpa diketahui oleh orang lain.

***
6 bulan kemudian

Moment yang sangat spesial bagi seluruh sarjana bahasa inggris Universitas Negeri Gorontalo. Semua doa dan ucapan menyambut hari itu.

Tiba-tiba seorang delivery mengirimkan paket berisi barang yang memiliki brand yang sangat highclass menurut saya.

Tapi sedihnya si pengirim tak menyebutkan identitasnya, alias anonim. 
Hanya sebuah ucapan selamat teruntuk sebuah nama, iya nama saya sendiri.

Mungkin ada yang udah membaca kepingan terimakasih saya kepada si pengirim pada tulisan saya disini.Terimakasih Anonim

Berharap ada yang mengabari bahwa itu adalah kiriman dari orang yang saya kenal. Tapi sampai saat ini saya belum mengetahui pengirimnya.

Saya menguhubungi orang yang saya curigai, termasuk orang yang menerima pemberian tas dari saya. Namun ia dengan serius mengingkarinya, bahkan  mengatakan tak pernah terlintas membeli barang semahal itu. Dan Ia juga  tak pernah menceritakan soal tas itu kepada siapapun.

***
Setelah kejadian ini  dalam doa saya mencoba berfikir dengan sesuatu yang tersembunyi dari rahasia. 

Sesuatu yang merangsang saya akan berfikir dengannya.
Ini adalah sentuhan Allah, ada rahasia yang harus saya syukuri dengan Maha pemurah-Nya.


Kejadian ini mungkin dimata orang lain adalah sebuah kebetulan.

Padahal kita tahu tuhan tidak sedang bermain dadu, setiap kejadian memiliki tujuan, ya tujuan untuk mengajak kita berfikir bahwa ini adalah janji Allah. 

Dengan kekuatan cahaya, saya yakin ada zat yang menggerakan tangan si pengirim untuk memberikan tas yang terbaik untuk saya sebagai balasan atas janjiNya.

***

Semoga yang memberikan hadiah Tas dan sepaket buku bacaan muslimah selalu dimudahkan rezekinya,digolongkan dalam kelompok orang-orang yang takut kepada-Nya.

Saya yakin si pengirim adalah seseorang yang jiwanya telah terbiasa bersedekah extrim  tanpa tendesi apapun. 

Feeling saya sangat kuat si pengirim tak ada hubungan dengan wanita yang saya ceritakan. Karena saya yakin ia hanya hadir di cerita senja yang telah pergi, pun wanita itu tak akan mampu menembus  ruang dan waktunya.

Siapapun anda yakinlah saya selalu melangitkan namamu. Berharap ia membaca tulisan acak ini :-)  

34 senja:

Ade Nurakhmat mengatakan...

Cieee diem2 ada secret admirer nih kayaknya. Mungkin ada laki2 sholeh yang diam2 kagum dengan kmu waktu ngasih tas kmu ke oramg yang beli tas kmu itu hhe.

Ade Nurakhmat mengatakan...

Owh surakarta juga ya?
Aku dulu sempet mondok di ta'mirul islam kalau tau.

nur shodiq mengatakan...

Blog kamu cantik, buwat saya boleh?? Hehehe
Kamu mahir dalam membaca kebaikan tuhan, itu keren.
Semoga anonim secepatnya hadir di depan layar, aku sudah mulai bosan dengan nama itu, just kidding...... :)

Leyla Hana Menulis mengatakan...

Subhanallah.. Begitu mudahnya Allah menggerakkan hati Ukhti untuk memberi.

Hanan Muhardiansyah mengatakan...

Saya jadi tersentuh membaca cerita kamu.. semoga Allah selalu melancarka rezeki kita semua

hardian syah mengatakan...

Kita sama, Mbak. Saya memang tidak percaya dengan yang namanya kebetulan. Saya percaya, semuanya sudah di atur Tuhan dengan sedemikian rupa. Sungguh, rencana Tuhan itu pasti lebih baik daripada rencana kita.

Setelah membaca postingan ini, saya semakin tidak percaya dengan yang namanya kebetulan. Salam kenal, ya.

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Ciyee juga buat mas Ade. Hhe
Ngk ada yg tau soal tas itu selain ak dan wanita itu. Entahlah... bisa jd ada yg ngintip..

Iyaa ak tau ta'mirul islam.. yg terkenal itu kan hhe..
salam kenal ya

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Jangan... nanti klu dikamu ngk cantik lagi mas Nur.. hho.

Terimakasih udah bosan dgn si anonim.. tandannya kamu pembaca setia cerita tentang kita ..ting nong.

Thanks mas Shoqid :-D

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Wah ada penulis favorit saya^^
Terimakasih bunda udah membaca tulisan amatirnya muty. Hhe..

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Allahuma aamiin...
Makasih yaa..

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Iyaa herdian...
I agree with you^^

Salam kenal..
Makasiih dah mampir

Danti Saputri mengatakan...

Luar biasa ceritanya. Saya juga pernah mengalami hal serupa. Bukan bentuk benda, tapi uang. Kalo ikhlas pasti Allah memberi yang lebih. Setuju kalo semua yang terjadi ini bukan hanya kebetulan, tapi memang udah di atur sama Allah swt.

ADMIN banyolanesia mengatakan...

Gue setuju banget sama kata2 ini "Saya tak percaya lagi dengan sebuah kebetulan, karena dibalik itu pasti ada kekuatan yang tak sanggup dilampui oleh akal untuk dijabarkan".

Gue percaya, semuanya sudah di atur Tuhan dengan cara-Nya. Rencana Tuhan itu pasti lebih baik daripada rencana kita.

Pengobatan limpa bengkak mengatakan...

tulisanya keren :D

ahmad febriyansyah mengatakan...

Masyaallah :)

Semesta ini hikmah yang bertutur, tuturannya bisa kita dengar dari guru-guru sambil lalu. Sama yakinnya dengan mbak Mut bahwa tidak ada yang terjadi di dalam dunia ini atas nama kebetulan. Allah maha keren ya mbak.

Eniwei, keren mbak tulisannya, saya suka diksinya :)

Nursahid Rm mengatakan...

Bukan saya lho mbak yang girim... hehe
Didunia ini emang gak ada kebetulan. Semua yang terjadi berdasarkan sistem yang Allah buat.Kalo kita berbuat baik ya kita akan mendapatkan kebaikan. Begitupun sebaliknya. Itu adalah sistem

i Jeverson mengatakan...

wah, jadi tergantung pemikiran orang2 lagi ya mbak. ada ynag percaya kebetulan, ada yang percaya kalau itu takdir. co incident atau kebetulan itu masih jadi suatu misteri sih, apa mungkin bener2 kebetulan.. atau memang sudah ditakdirkan sama yang diatas :)

Awaldi Rahman mengatakan...

Hikmah yang saya ambil dari tulisan ini adalah fadhilah sedekah itu benar adanya. Bukan mengurangi perbendaharaan harta kita tapi menambahnya, bahkan sebut saja investasi :)

Anjar Sundari mengatakan...

Saya juga termasuk yang nggak percaya kebetulan mbak Muty. Segala sesuatu yang kita dapatkan hari ini adalah buah dari biji yang pernah kita tanam. Tergantung kita menanamnya apa, kalau baik akan berbuah baik dan sebaliknya.

Hanya janji Allah yang pasti akan ditepati ya mbak, kalau janji manusia sih sering ada lupanya hehe :)

Doni Jaelani mengatakan...

jika kamu berbuat baik ke sesama, maka Allah akan membalasnya berpuluh-puluh kali lipat. Subhannallah mbak, Allah membalas kebaikan mbak ini

Jadi mau gak ngasih tas lagi ke saya, supaya dapet tas yang lebih baik wkwkkw

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Luar biasa ya, Allah membalas kebaikan yang mba berikan. Terima kasih tulisannya, mba. Salam kenal :)

Firdaus Ramdhan mengatakan...

Jadi ingat cerita-ceritanya Ust. Yusuf Mansur. Dia suka cerita ttg keajaiban sedekah. Bahkan sempat satu kali saya merasakannya cuman ya ga terlalu hebat kayak ceritanya mbak ini. Hehehe..

laili umdatul khoirurosida mengatakan...

Bukti bahwa allah tidak pernah tidur ^^

Dan allah akan membalas segala kebaikan yang kita lakukan, selama itu ikhlas insyaallah

Kanianingsih mengatakan...

wah, rejeki itu rahasia Allah yg indah ya mba...beberapa hr lalu sy dikirim banyak makanan sama ortu. saya bagi2 rengginang ke tatangga dan saudara. eh ebebrapa hr kemudian suami dpt oleh2 makanan lagi dr temannya. tau apa mba oleh2nya? rengginang!!! emang rejeki kami saat itu rengginang ...:D

ponco adi nugroho mengatakan...

Penasaran juga siapa yang ngirim itu. Baik banget deh orangnya. Dan ini juga balesan buat mbak yang udah melakukan kebaikan :))

Kalo aku sepertinya belum bisa ngerelain sesuatu yang aku anggep penting. Seperti barang kesayangan. Nggak rela kalo ada temen yang mau ngambil.

turyono ari mengatakan...

Yang ngirim bisa jadi bukan manusia loh mba, :D

Kalau Allah sudah berkehendak maka manusia bisa apa? Intinya janji Allah itu pasti ya kan? Selamat yahhhh :D

Anisa Ae mengatakan...

Memang selalu ada rahasia di balik rahasia. :) Allah pun tahu apa yang terbaik. :)

Irawati Hamid mengatakan...

tulisan yang menginspirasi Mbak :)
sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan pasti akan dibalas ya Mbak :)

terimakasih sudah berbagi kisah yang sarat hikmah ini

Eva Yuanida mengatakan...

mba muthy... aku uda buat hehehe
mohon bimbingannya :)

Arifah Abdul Majid mengatakan...

Wah, pasti penasaran ya mbak, siapa yang ngasih tas itu :) Alhamdulillaah perbuatan baik mbak mendapat balasan yang jauh lebih indah.. Masya Allah.

Mei Wulandari mengatakan...

Tidak ada yg kebetulan di dunia ini, semua sudah dirancang dengan apik oleh Sang Kuasa.
Selamat ya tas kamu digantikan dengan tas highclass, semoga hati tetap istikomah berbuat kebaikan, amin

evrinasp mengatakan...

subhanallah perbuatan baik akan dibalas kebaikan juga, inspiring story mbak

Obat wasir mengatakan...

postingan bermanfaat

Kautsar Ab mengatakan...

semacam secret admirer gt ya.... insya Allah orang baik akan mendapatkan balasan yang baik :)