Jumat, 22 Januari 2016 |

Dua kedamaian


Entah di dunia mana...
Ada seseorang tersenyum kecut memandang awan yang pekat, apakah kau melihatnya?

***

Terkadang diri ini harus merunduk dengan asumsi silang yang diciptakan oleh orang sekitar kita, bahkan orang terdekat sekalipun:-).

Yaa..

Ini adalah caraku untuk menghindari konflik horisontal agar yang dijunjung tetaplah kedamaian hubungan dan kedamaian hati yang menjadi hak pemilik kotak cantik yang bernama hati.

Bagiku kedamaian dan kebahagian tidak hanya di
dapatkan ketika orang lain mau mengikuti apa yang aku inginkan, tapi  ketika aku berhasil mengalahkan keakuanku,  kemarahanku pada seseorang yang sangat kaku ketika membaca cerita atas nama kepentingan dan kemerdekaanya. 


Wahai sebuah nama yang di amanahi sebuah ketenangan, nafsul muthmainnah..

Lembutkan lah hatimu dengan sentuhan, kebeningan jiwa  tanpa merusak nama orang dalam menghadapi kerikil yang menyesakkan senyum.

Karena pada dasarnya setiap orang tentu memiliki frekuensi berbeda ketika memaknai sesuatu..,entah itu

memaknai kata dalam puisi
memaknai simbol dalam bahasa
memaknai syair dalam kalimat
memaknai majas dalam cerita 

***
Dear senja...
Ketika ada sepotong cerita yang menyuntik virus mematikan, iya mematikan ketenangan contohnya.
Tetaplah anggun dengan gaungmu :-), seperti pesan ayahanda jadilah aku seperti kesturi yang tengah dibakar oleh api, semakin terbakar maka aktivitasnya justru semakin menebarkan dan memunculkan kebaikan, keistimewaan, serta aroma wangi yang dikandungnya :-)


I still here,menuliskan catatan untuk muhasabah dikemudian hari, karena ditampar oleh tulisan sendiri itu lebih mengena untuk diamalkan.

23 januari 2016
Muthmainnah 



32 senja:

Anjar Sundari mengatakan...

Mungkin maksudnya : bila ada orang yang menyakiti kita tetaplah baik pada orang itu, bahkan mendokannya dan tidak dendam.

Dan apapun arti sebenarnya, itu tetaplah keren mbak Muty :)

eM Fi mengatakan...

waaahhhh susunan kata2 nya lumayan asyik dan puitis. keren. bdw jangan tersenyum kecut ntar dikira jualan asem. hehehe

annisa elva sutisna mengatakan...

sukaaaaa bgt sama gaya bahasanya, singkat, gak ngebosenin dan gak ada kata2 yang banyak di ulang, udah gitu ada satu pesan yang tersirat dari tulisan ini^^

salam kenal yaaah

ADMIN banyolanesia mengatakan...

gaya bahasanya kata artis2 mah kece badai.
Simpel padat and puitis...

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Bundaku : i do agree with u bunda fani ^^
Harus lebih memprioritaskan doa yg istimewa bagi orang2 slu menyakiti, entah itu disakiti lewat tersurat maupun tersirat hmmmm^^^^^^^

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Fi : ohoho... jualan asem gpp asalkan rasanya mendukung ditenggorokan..
#hadeeuh aku ngomong apa seeh..

Anywy thanks ya Fi udah mampir

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Aiish jadi malu "_@..
Bahasanya berantakan krn nulisnya lagi ditemani rasa nano nano

Yupi makasih yaa udah silaturahim ke sini,salam kenal juga ya mbk..^nice to know u

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Aah admin...huum...''

Thanks brother

okkyoctora mengatakan...

suasananya sendu tapi tetep ngena hehehe. bagus kak, lanjutin :)

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Makasih adik "-)

annisa elva sutisna mengatakan...

Hehe iya sama sama mba mutmainnah ^^
Gaya bahasanya aku sukaaa ^^

Awaldi Rahman mengatakan...

"Bagiku, bahagia itu bukanlah menuntut orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan, tapi bahagia itu ketika aku berhasil mengalahkan keakuanku, kemarahanku pada seseorang yang sangat kaku ketika membaca cerita atas nama kepentingan dan kemerdekaanya."
Setuju banget mbak sama pernyataan ini. Segurat senyuman barangkali bisa menggambarkan sebuah kebahagian demi dua kedamaian dari dua insan.
Tulisan sederhana yang memiliki pesan tersirat luar biasa :)

okkyoctora mengatakan...

sama - sama :)

Vindy Putri mengatakan...

Hm.., aku bahagia jika aku bisa mengatur diriku sendiri sih. Kadang suka males, padahal itu adalah kewajiban. Kalau sudah berhasil menuntaskan itu, aku bahagia. :) Aku berhasil.

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Kak findy kereen.. ternyata konsep bahagia beragam ya mbak^^
Makasih mbk sayang

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Terimakasih mas awaldi...
Karena senyum adalah tempat persembunyian dua rasa untuk menjunjung dua kebaikan^^

Andi Budiansyah mengatakan...

Bagiku, bahagia itu bukanlah menuntut orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan, tapi bahagia itu ketika aku berhasil mengalahkan keakuanku, kemarahanku pada seseorang yang sangat kaku ketika membaca cerita atas nama kepentingan dan kemerdekaanya.

gw suka bagian ini.

Tapi kalo baca cerita seutuhnya, semoga senyumnya sempurna di antara dua kedamaian. Semoga beres.


Rizki Ramdhani mengatakan...

Wah keren kata-katanya, walau ada yang bikin aku bingung tapi aku suka kok.

Aku nangkapnya bahagia itu bisa dicapai ketika kita nggak egois mementingkan diri sendiri tapi bahagia ketika bisa mengalahkan rasa egois itu, bener nggak?

Tenkousei Blog mengatakan...

Wuih, keren kata-katanya, puitis sekali, saya mana bisa buat yang beginian...
Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti maksudnya, maklum saya bukan orang yang puitis, he..he..., tapi saya suka kata-katanya, apalagi yang terakhir, "I still here, menuliskan catatan untuk muhasabah dikemudian hari, karena ditampar oleh tulisan sendiri itu lebih mengena untuk diamalkan". Harus tetap muhasabah diri... :)

i Jeverson mengatakan...

makin bijak aja mbak :))
setuju kalau setiap orang pasti berbeda-beda dalam menanggapi sesuatu. tergantung opini orang, karena sepertinya tidak mungkin kita memaksakan opini kita kepada orang lain..
hehehe..

cahaya theprinces mengatakan...

Sukaaa banget sama diksinya, touching my hearth :3

Rizky Ashyanita mengatakan...

jadi sekarang hati itu berbentuk kotak ya mbak?
tidak lagi seperti daun waru?
hehehe

wih, gaya bahasa yang digunakan asik nih
tinggal ditambahin lagi ya biar agak panjangan hehe

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Hhe mmakasih mbak Rizki^^

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Thank you mbak cahaya^^

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Hho tks jef :-D

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Hhi ^^

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Iua benaar :-D

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Aamiin

Muthi Haura mengatakan...

tetap semangat mbk!! Ga usah dengerin kata kata orang, toh kita jatuh mreka jga g pdulikan?

bahasany bagus nih, lanjutkan mbk (y) suka jg dgn kata kata ayah mbk, jd sepertu kasturi yg dibakar :D

Muthmainnah Nasaru Muti'ah mengatakan...

Hehehe eh ada kembaran nama..

Iyaa dek.. makasih yaa^^
Makasih makasih

Muh Aldy Jabir mengatakan...

Baru berkunjung lagi setelah penat dlm urusan dunia nyata. Tak sia2 saya berada di sini, ditampar oleh tulisan seorang blogger. Itu lebih mengena. Jazakillah khairan atas tulisan yg begitu berharga ini mbak

Indra Jaya Kurniawan mengatakan...

sangat menginspirasi sekali.. terimakasih buat infonnya kak kalau ingin tahu tentang cara membuat toko online yukk disini saja.. terimakasih